KONDUKTOR ACCC/TW (Aluminum Conductor with Composite Core / Trapezoidal Wire)


KONDUKTOR ACCC/TW (Aluminum Conductor with Composite Core /  Trapezoidal Wire)

Part 01

Welcome back…salam “Power”…!!!

Kali ini saya akan memaparkan tentang “smart” konduktor bernama ACCC/TW , sebuah hasil improvement dari konduktor  konvensional ACSR (Aluminum Conductor Steel Reinforced).  Kedua konduktor ini adalah termasuk keluarga “konduktor telanjang” (awas, jangan ‘piktor’ = pikiran kotor), atau diistilahkan “Bare Conductor” yang dipasang di udara melalui rangka – rangka tiang/tower yang sering kita lihat di jalanan, pegunungan, bahkan menyeberangi sungai dll.

Lisensi konduktor ini berasal dari USA, yaitu dari CTC Cable sebagai produsen Composite core. Sedangkan cable manufacturer konduktor nya dipilih/ditunjuk di beberapa negara di dunia dengan lisensi langsung dari CTC. Setahu saya salah satunya ada di Indonesia lho…..yaitu KMI Wire and Cable Tbk di daerah Cakung, Bekasi, atau terkenal dengan brand nya KABELMETAL.

Gambar 01 ( kiri : ACCC/TW & kanan : ACSR )

accc kmi produk

 

 

ACCC 3D 01penampang ACSR

 

 

 

So …..Apa sih perbedaan yang mencolok antara keduanya ?

ACCC/TW adalah konduktor dengan bahan penghantar listrik dari Aluminium murni (AAC) yang diperkuat pada titik tengah/center nya dengan menggunakan Composite Core sebagai penggantungnya dan pada ACSR menggunakan steel strand sebagai penggantungnya/penguat.

Selain itu ACCC/TW dapat menghantarkan listrik/arus sampai 2x lipat dari ACSR dengan ukuran/size konduktor yang sama (misal ACSR size 240 mm2) dan “andongan”/Sagging yang kecil dibanding ACSR (andongan/sagging = jika kita lihat di tower, konduktor melengkung ke arah bawah sepanjang jarak tower satu dengan yang lain).

Apa saja yang menjadi keunggulan konduktor ACCC/TW ini ?

Keunggulan pertama adalah dapat meningkatkan daya hantar arus yang lebih besar dengan tetap mempertahankan ukuran/size konduktor yang relatif sama dengan ACSR tsb.

Gambar 02 (luasan penampang/filling factor)

ACCC 3D Penampang

      ACCC 3D 01

Mari kita lihat dengan seksama gbr di atas….

Pada gbr ACSR sangat jelas sekali terdapat celah2 kosong diantara susunan kawat – kawatnya.

Bandingkan dengan gbr ACCC/TW, dengan bentuk kawat seperti trapesium (trapezoidal), celah kosong dapat terisi dengan baik. Celah kosong yang terisi itu tentu saja akan menambah luasan penampang dari konduktor tersebut tanpa harus merubah diameter konduktor nya (ie. Diameter konduktor tetap). Otomatis, semakin besar luasan penampangnya, tahanan konduktor pasti akan lebih kecil (lebih baik) dan arus listrik akan mengalir lebih besar. Keadaan di atas biasa disebut “Filling Factor” atau Tingkat Pengisian Material (ie. Aluminum).

Umumnya type konduktor Round (RM) seperti ACSR mempunyai filling factor antara 80 – 85 %

Sedangkan ACCC/TW, dapat mencapai 93 – 94 %. Ini artinya hanya tersisa 6 – 7% ruang kosong/celah dari keseluruhan penampang konduktor (100% – 94% = 6%). Pada ACSR, cukup banyak ruang kosong yaitu sebesar 15% -20%%.

Keunggulan yang kedua adalah tingkat “andongan” / “sagging”  yang kecil dibandingkan dengan ACSR.

Saat ACSR diberi beban arus listrik yang besar, maka akan timbul panas yang menyebar keseluruh kawat dan penggantungnya (steel strand). Dalam kurun waktu tertentu, karena faktor pemuluran/elongasi kawat aluminum dan steel strand, ditambah berat konduktor itu sendiri, maka berangsur angsur konduktor akan membentuk andongan/melengkung ke arah bawah.

Untuk mengatasinya, maka pada ACCC/TW, dibuatlah bahan pengganti steel strand tsb. dengan menggunakan material Composite. Composite yang mempunyai bahan dasar karbon ini mempunyai berat yang lebih ringan , kekuatan tarik lebih besar dari steel strand, serta tingkat pemuluran yang kecil, ditambah ketahanannya terhadap suhu tinggi.

Composite Core

Thanks to : Electric Power Research Institute

Berikut adalah salah satu contoh ACCC Composite Core (CTC Global) yang masih dalam kemasan drum/haspel. Traversing (gulungan) cukup rapi, terdapat nomor dan tahun pembuatan sebagai identitas (berupa printing) pada core tersebut. (click picture to read more about Composite core)

ACCC_CORE_DRUM

Dengan sifat Composite seperti itu, maka andongan/sagging jelas lebih kecil dibandingkan ACSR. Sebagai ilustrasi, berikut adalah gambarannya :

sag jpg

Hal ini penting, mengingat area bebas dari tanah ke konduktor atau bangunan dll. menjadi salah satu syarat dalam instalasinya.

Untuk keunggulan berikutnya akan saya bahas di part 2…..

“So….mana yang lebih baik mas bro…..ACSR atau ACCC/TW ? “

Jangan dijawab dulu sebelum lihat kelanjutannya….

see also our Free Electrical Software or Free Pdf files

FREE FILES ILMUKABEL

next_003

ACCC Conductor Comparison

 

Thanks….

ILMUKABEL LIVE LOGO

 

 

Advertisements

One response

  1. […] CONDUCTOR (Kabel Telanjang, Kabel Udara), ACSR, BCC-SOFT & HARD, AAAC, ACCC/TW, GAP Conductor, STACIR, ACCR […]

    Like

Berikan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: